Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015






Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengadakan pelatihan jurnalistik pada tanggal 22 Februari 2015 di ruang kuliah IKK FEMA IPB. Pelatihan ini dihadiri oleh 33 peserta dari 3 komisariat yaitu PK. IPB, PK. STKIP Muhammadiyah, dan Tazkia. Selain kader- kader IMM, pelatihan ini juga diikuti Komunitas Magazine Pondok Mualimin Leuwiliang dan Komunitas Jurnalistik Tazkia.
Sebagai ketua panitia acara ini Ahmad Sahl mengatakan,”Pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta menulis dan berfikir kritis bagi semua kader IMM.”
Pemateri pada pelatihan ini adalah Ridlo Abdillah, beliau adalah salah satu jurnalis yang sudah berpengalaman. “Setelah mengikuti pelatihan ini orientasi kita adalah teman- teman akan memiliki jiwa jurnlaistik.”Tutur Ridlo.
Kata jurnalis pasti tidak asing lagi bagi kita. Jurnalis adalah orang yang mencari informasi dan menuliskannya. Jurnalis dapat disebut juga profesi orang sebagai penulis dan wartawan. Sebagai jurnalis tidak perlu menggunakan peralatan yang ribet, melainkan hanya dengan modal buku dan pena dapat menjadi jurnalis hebat asal kita mampu menulis sekreatif mungkin.
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam menulis berita mencakup 5W + 1H yaitu What, Who, Where, When, Why, and How. Adapun strategi dalam menulis berita meliputi; judul harus lugas, provokatif, dan menarik. Judul yang efektif terdiri dari 5- 7 kata. Lead (teras berita) berisi informasi yang paling penting terdiri 1 paragraf terdiri 2- 3 kalimat. Paragraf isi yaitu isi dari berita yang diuraikan secara ringkas, jelas, padat yang terdiri 1 paragraf maksimal 65 kata. Penulisan berita tidak lupa menggunakan kaidah S- P- O- K, semua pasti tahu lah ya kan udah diajarkan dari sekolah dasar.
Pelatihan ini tidak hanya teori saja melainkan peserta mempraktikan dengan mencarita informasi dan menuliskannya. Peserta bebas mencari informasi yang meraka anggap menarik untuk dijadikan berita.  

“Pelatiahannya bagus, menambah wawasan bukan hanya teori tetapi keadaan riil di lapangan.” Ujar Sani salah satu peserta jurnalistik

Pelatihan ini pun mendapatkan tanggapan positif dari ketua PC IMM yaitu Rizky Riyanto yang mengatakan,“Kegiatan yang bagus untuk diikuti seluruh kader, terus tingkatkan jurnalistik untuk meningkatkan budaya menulis.”
Pelatihan jurnalistik ini tidak hanya sebatas menambah pengetahuan saja, melainkan untuk menamkan jiwa menulis dan berfikir kritis bagi kader sehingga kader dapat menuliskan ide kreatifnya ke dalam media masa maupun media sosial. Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi kita semua. IMM, jayaaaa... :D
 






Bidang Ilmu Pengetahuan dan Riset

    PC. IMM Bogor

Senin, 24 Maret 2014

Sehubungan dengan pemberitaan web voa-Islam pada hari Jumat 21 Maret 2014 dengan judul "Ketua MUI Muhyidin Junaidi : Menyerukan Umat Islam Memilih Calon Non-Muslim" maka dengan hormat kami Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bogor mendesak voa Islam untuk:

1. Menghapus pemberitaan tersebut..
2. Memuat klarifikasi dan permintaan maaf
3. Ke depannya agar lebih teliti dalam memuat berita mengenai umat Islam.

Alasan:
1. KH. Muhyidin Junaedi selain sebagai ketua Bid. hubungan luar negeri MUI adalah ulama Muhammadiyah di lingkungan Kota Bogor. Beliau pernah menjadi ketua PDM Kota Bogor dan masih rutin sebulan sekali mengisi pengajian di Mesjid Al Furqon PDM Kota Bogor. Ketika Musycab IMM pun beliau hadir sebagai pemateri seminar, kami mengenal beliau cukup dekat dan tahu faham keagamaan beliau. Tidak mungkin beliau menyeru umat Islam untuk memilih caleg non-muslim.

2. Beliau telah memberikan klarifikasi dengan memberi sms kepada Ustadz Yunahar Ilyas salah seorang ketua PP. Muhammadiyah sebagai berikut: "Itu salah kutip dari koran lokal,pernyataan saya adalah refrensinya Ali Imran 118-120 agar mmemilih pemimpin yang seaqidah dan seiman,sementara memilih yg berbeda iman dlm kontek keindonesiaan tak melanggar UU karena negara indonesia bkn Daulah islamiyah ,bkn juga negara agama tapi negara sekuler.Saya sdh klarifikasi pernyataan tsb.Mui Sumut telah memberikan penjelasan seusai rpt hari jumat"

Saran
Voa-Islam dan kawan-kawan mempunyai tujuan mulia, yakni menjadi media alternatif dari media sekuler yang terkadang tidak adil terhadap umat Islam. Media sekuler dirasa kurang melakukan tabayyun, suka seenaknya membuat berita, dll. Oleh karena itu maka muncullah media alternatif seperti voa-islam dll. Namun tolong dalam melakukan pemberitaan, jangan sama saja dengan media sekuler. Kurang tabayyun, pemelintiran judul, dll. Janganlah cara-cara media sekuler untuk memojokan umat Islam malah ditiru oleh media Islam sendiri, media Islam harus memberi uswah hasanah kepada media-media non-Islami.

Penutup
Sebagai manusia tentu kita tidak bisa lepas dari khilaf, apalagi sebagai sesama muslim kita harus tetap menjaga silaturahim, Jika voa-Islam telah memenuhi tuntutan kami di atas, maka kami nyatakan perkara selesai dan mari saling memaafkan.

Bogor, 25 Maret 2014

Ttd.

Kabid. Kader PC. IMM Bogor

Minggu, 19 Januari 2014


Sabtu 18/01/2014. Ada dua orang perwakilan  BEM KM Universitas Djuanda (Unida) berkunjung ke sekretariat Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bogor yang berlokasi di Babakan Lio dalam rangka silaturahim. Mereka dari Kementerian Luar Negeri  BEM KM Unida tepatnya bagian Kebijakan Publik.  Ketuanya Rizki dan bersama seorang anggotanya Imas menjadi tamu yang istimewa pada hari itu. Salah satu tujuan mereka mengadakan silaturahim tersebut berhubungan dengan agenda terbesar yang akan mereka adakan untuk menghadirkan beberapa perwakilan organisasi mahasiswa ekstrakampus dalam simposium Pemilu 2014 di Unida. Sebuah isu yang sangat seksi untuk dibahas apalagi sebagai mahasiswa, sosialisasi tentang Pemilu 2014 hukumnya wajib agar bisa diketahui oleh khalayak ramai.



Pada kunjungan mereka yang kali pertama ini mereka meminta salah satu perwakilan PC IMM Bogor untuk menjadi pembicara mengenai Pemilu 2014 melalui perspektif kepemimpinan dalam Islam. Kampus Unida yang terkenal dengan julukan Kampus Bertauhid ini tentunya menginginkan mahasiswanya memilih atau menjadi pemimpin yang bernafaskan Islam, berlandaskan Al-Qur’an dan Al Hadits dalam mengambil keputusan dan juga menjadikan Rasulullah saw sebagai role model kepemimpinan. Bersama-sama organisasi ekstrakampus yang lain seperti HMI, PMII, KAMMI, dan GMNI diharapkan acara ini akan memberikan wawasan pandangan mahasiswa Unida terhadap Pemilu 2014.

Isu mengenai Pemilu 2014 tentunya isu yang sangat seksi, dimana tahun 2014 ini merupakan tahun politik. Pemimpin yang jujur tidak bisa terlihat, karena banyaknya janji-janji bias dan pencitraan yang dilakukan oleh para calon pemimpin kita tersebut. IMM pun meilhat ini sebagai bentuk seremonial 5 tahunan yang dilakukan oleh legislatif dan juga eksekutif tingkat nasional. Kecuali bagi mereka yang benar-benar memiliki track record yang baik, dan yang paling penting adalah beriman kepada Allah. Syarat mutlak yang harus yang harus dimiliki oleh calon pemimpin kita.


Selasa, 03 Desember 2013

Tepat tanggal 1 hingga nanti tanggal 7 Desember, bahkan sampai saat ini pun kita dihebohkan dengan berita adanya Program Pekan Kondom Nasional yang digulirkan tanggal selama satu pekan kedepan, hal ini terus menuai kritik. Selain dikritik adanya program tersebut, kemasan-kemasan programnyapun sangat ‘menjijikan’ bahkan saya pikir ini program yang bukan mengajarkan hidup sehat melainkan mengajarkan masyarakat untuk melakukan hubungan seksual, bagaimana tidak, program ini membagi-bagikan kondom gratis kepada masyarakat, parahnya lagi sajian bus warna merah seolah-olah ‘menantang’ masyarakat untuk mencoba, lantas dijadikannya kampus sebagai salah satu sasaran program dari peringatan HIV/AIDS.
Pierre Frederick, Senior Brand Manager Sutra dan Fiesta, mengatakan keberadaan “bus kondom” berwarna merah akan ditunda untuk sementara. “Program games interaktif seputar kesehatan seksual untuk sementara ini kita tunda dikarenakan banyaknya persepsi yang salah tentang bus ini,” tulis Pierre dalam emailnya untuk detikHealth pada hari Senin (2/12/2013).
Terlepas dari apapun alasannya, program pembagian kondom gratis memang harus kita ‘HARAM’ kan, karena secara tidak langsung ‘memfasilitasi’ free sex dan prilaku-prilaku sex yang menyimpang, lain halnya dengan menggunakan kemasan-kemasan seperti memberikan pemahaman tentang pola hidup sehat, apakah dengan materi, brosur dan famplet serta menkes sendiri memberikan penyuluhan dirasa tidak cukup...??
Lagi-lagi saya berpikir entah apa yang ada dibenak menkes, jika ingin mengajarkan pola hidup sehat tentunya gunakan cara-cara yang sehat pula, bukan cara-cara yang malah mengundang penyakit yang akhirnya tinggal menunggu kehancuran, bukan lagi malah menekan kenaikan pengguna atau masyarakat yang terjangkit virus HIV/AIDS tapi malah akan meningkatkan peningkatan masyarakat yang terkena virus HIV/AIDS.
Sadar atau tidak sadar menkes kita sedang mengajarkan pola hidup yang sehat dengan cara memberikan penyakit “bagi-bagi kondom’, terlebih fokus utamanya adalah para remaja bukan orang tua yang sudah pada menikah. Aneh rasanya jika anak-anak remaja bahkan kampus menjadi sasaran utama pembagian kondom gratis, lantas setelah mendapatkan kondom gratis apakah bisa menyelesaikan masalah..?? Mubazir rasanya jika uang rakyat dibelikan kondom gratis, terlebih cara yang paling ampuh adalah pemberian obat-obatan yang mampu mencegah virus tersebut, periksa penyakit gratis, bukan malah membagi-bagikan kondom, membuat bus yang ‘menantang’ dan sasarannya dikampus-kampus.
Masyarakat kita bukan masyarakat yang bodoh, coba tanya apakah untungnya mendapatkan kondom gratis...?? terlebih bagi para mahasiswa, remaja dan anak-anak tongkrongan...?? bukankah mereka pun jijik dengan hal itu.
Program pembagian kondom itu jelas sangat menjijikan, sebagai seorang mentri tentu banyak cara yang jauh lebih baik dan atraktif dalam mengemas pola hidup sehat. Bukan malah menambah daftar penyebaran virus HIV/AIDS.
Menteri Kesehatan RI Nafasiah Mboi bahkan dengan lantang mengatakan bahwa kondom sekarang tidak berpori jadi akan aman digunakan untuk mencegah kehamilan dan virus HIV/AIDS. “Bila dipakai dengan tepat, benar dan konsisten, sangat efektif, hampir 100%. Sekarang yang dipakai adalah kondom dari latex yang tidak berpori, dan makin banyak bukti-bukti yang menunjukkan efektivitas kondom untuk pencegahan penyakit maupun kehamilan yang tidak direncanakan,”.
Tapi apakah kondom menjadi solusi aman untuk mencegah HIV / AIDS..?? Prof. DR. dr. Dadang Hawari membantahnya. ”Saya bisa pastikan salah besar. Karena kondom dibuat dari latex, berarti berserat berpori-pori. Kalau tidak berserat dan tidak berpori-pori itu dari plastik. Ukuran pori-porinya 1/60 mikron, kecil sekali. Kondom dirancang untuk Keluarga Berencana, untuk mencegah sperma. Ukuran virus di banding sperma 1/450 kali lipat. Jadi virus HIV sangat kecil sekali dibanding sperma yang bentuknya seperti kecebong itu.”
Prof. Dadang mengingatkan penelitian di Indonesia lima tahun yang lalu untuk KB dengan kondom, gagal 20 persen. “Apalagi untuk HIV/AIDS. Sekarang kenyataannya, dengan menggunakan kondom ternyata semakin banyak pula yang terkena HIV/AIDS, padahal kampanye sudah bertahun-tahun, pengidap HIV/AIDS semakin banyak bukannya menurun.”
Prof Dadang lanjut menjelaskan, “Di Amerika, 1/3 jumlah kondom yang  beredar di pasar bocor. Kesimpulan dari penelitian dari Badan POM di Amerika tahun 2005, tidak dikampanyekan lagi kondom karena mulai gagal. Kondom untuk sperma bukan untuk virus HIV yang sangat kecil”.
Sangat jelas sekali bahwa pekan kondom nasional dengan membagi-bagikan kondom gratis yang sasaran utamanya adalah remaja bahkan rencananya dikampus-kampus adalah solusi yang sangat menjijikan. Kondom dibagikan bagi para pasangan suami istri yang sudah menikah bukan remaja yang masih sekolah, kuliah.

Sederhananya jika ingin memperingati hari HIV/AIDS tentu lihat negara-negara maju yang mengemasnya secara mendidik dan ‘terkesan’ menakuti para pelakunya bukan malah ‘memfasilitasi’ dengan kemasan-kemasan yang menggoda. Befikir cerdas dalam upaya membangun karakter bangsa dimulai dari bagaimana para mentri yang ada menciptakan solusi dan program-program yang mendidik dan membangun bukan sebaliknya. Kampanyekan hidup sehat dengan pola dan prilaku hidup sehat BUKAN membagikan kondom gratis.


Oleh : Abdurrahman (Sekretaris Umum PK IMM STKIP Muhammadiyah Bogor)

Kamis, 21 November 2013

Ahmad Dahlan lahir menjadi sang pencerah. Dia pembaru yang mengguncang kesadaran umat pada zamannya. Lahir di Kauman, Yogyakarta, dan wafat dalam usia muda, 54 tahun.

Karya pembaruan terbesarnya ialah Muhammadiyah yang didirikan pada 18 November 1912. Kini, Muhammadiyah telah mengukir kisah sukses untuk memajukan kehidupan bangsa. Charles Kurtzman bahkan menjulukinya sebagai sosok kebangkitan Islam yang liberal.

Di Jombang, Jawa Timur, lahir tokoh besar Islam yang lain, Hasyim Asy’ari. Tokoh pembaruan dunia pesantren itu memberi teladan akan kebesaran hati yang tulus. Suatu ketika, seseorang mengadu kepada Hasyim Asy’ari tentang pemikiran kontroversial Ahmad Dahlan.

Apa reaksi Hadlratus Syekh? “Ahmad Dahlan punya dalil, jangan memusuhinya dan bantulah dia,” ujar pendiri Nahdlatul Ulama itu. Kiai Hasyim Asy’ari tak pernah menyerang Kiai Dahlan dengan Muhammadiyah yang didirikannya. Begitu pula sebaliknya.

Kedua tokoh besar umat Islam itu memiliki hubungan dekat. Putra Kauman Yogya dan Jombang itu pernah menimba ilmu agama kepada KH Sholeh Darat di Semarang. Ketika bermukim di Makkah, keduanya bahkan sama-sama berguru kepada tokoh utama pembaru Islam, Syekh Khatib al-Minangkabawi.

Dua ulama besar itu lama hidup di negeri Wahabi dan memiliki jiwa toleransi yang melintasi. Tidak ada sepercik pun sikap arogansi dan ananiyah untuk saling menegasikan hanya karena berbeda paham dan jalur perjuangan yang dipilih.

Ahmad Dahlan juga berkawan dekat dengan Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, tokoh sentral pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ahmad Dahlan beberapa kali diundang ketua Sarekat Islam (SI) itu untuk memberikan pencerahan Islam yang berkemajuan di hadapan anak-anak muda haus ilmu, seperti Sukarno, Semaun, dan kawan-kawan di kediamannya di Paneleh, Surabaya.

Keduanya bahkan pernah turun ke daerah, tabligh bersama di hadapan umat. Di luar itu, Ahmad Dahlan bersahabat dengan tokoh-tokoh Boedi Oetomo, kalangan sosialis, serta berinteraksi baik dengan tokoh agama lain tanpa rasa canggung.

Memajukan kehidupan
Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, Tjokroaminoto, serta tokoh lainnya telah memberi uswah hasanah (teladan yang baik) tentang jiwa besar yang tulus, selain visi besar tentang Islam dan kemajuan hidup. Para tokoh Islam pada kemudian hari melanjutkan tradisi ukhuwah dan toleransi itu.

Mas Mansur dari Muhammadiyah dan Wahab Hasjbullah dari Nahdlatul Ulama bergandengan tangan membidani Partai Islam Indonesia (1937) dan Majelis Islam ‘Ala Indonesia (1938) yang menghimpun kekuatan politik Islam. Kedua wadah umat inilah yang kelak menjadi embrio lahirnya Partai Islam Masyumi pada 1946 hingga 1962. Visi utamanya agar umat bersatu dan berjaya secara politik.

Para pemimpin umat yang berjiwa besar sepanjang sejarah itu berpikir dan bekerja keras untuk kemajuan umat dan bangsanya tanpa pamrih. Mereka hidup bersahaja, tetapi pikiran-pikiran cerdas dan jiwa besarnya telah membangkitkan kesadaran umat untuk hidup berkemajuan.

Mobilitas tinggi para tokoh Islam itu bahkan dikhidmatkan untuk mengurus hajat hidup umat dan negerinya hingga lupa mengurus diri dan keluarganya. Jasa mereka untuk bangsa dan negara bahkan luar biasa tanpa mengharapkan balasan, ada di antaranya, Ki Bagus Hadikusuma, Mr Kasman Singodimedjo, dan Prof Kahar Mudzakir—Allahumma yarham—hingga kini belum dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

Kini, umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan sejagad hidup pada fase baru abad modern. Masalah dan tantangan mengadang di depan yang sarat beban dan harapan. Umat dan bangsa ini harus dipacu untuk maju di segala bidang kehidupan agar sejajar dan bahkan unggul dibanding umat dan bangsa lain.

Kemajuan menjadi jantung strategis bagi tegaknya peradaban sebagai manifestasi kekhalifahan dan risalah rahmatan lil ‘alamin. Tanpa kemajuan, suatu umat dan bangsa hanya mampu bertahan hidup, bahkan lama-kelamaan punah.

Islam itu sungguh agama yang berkemajuan, din al-hadlarah. Islam mengajarkan agar umatnya menjadi khayra ummah (QS Ali Imran [3]: 110). Menjadi generasi ulul albab (QS Ali Imran [3]: 190-191) dan pandai membaca tanda-tanda zaman (QS Iqra [96]: 1-5).

Islam juga mengajarkan umatnya agar menjadi khalifah di muka bumi (QS al-Baqarah [2]: 30 dan Hud: 60), menjadi pelaku perubahan (QS al-Ahzab: 21), menjadi kelompok yang sadar akan masa depan (QS al-Hasyr: 18). Pendek kata, Islam mengajarkan umatnya hidup jaya di dunia dan bahagia di akhirat.

Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan, pada setiap pergantian abad, lahir para mujadid di muka bumi yang memperbaiki agamanya. Nabi dan kaum Muslimin yang dipimpinnya bahkan hadir untuk takhrij min al-zhulumat ila al-nur, mengeluarkan umat manusia dari kegelapan menuju pencerahan.

Nabi akhir zaman itu bahkan mengubah Yatsrib yang semula komunal pedesaan menjadi pusat peradaban yang cerah dan mencerahkan, al-Madinah al-Munawwarah. Dari Madinah itulah, kemudian Islam menguasai dunia dan melahirkan era kejayaan berabad-abad lamanya ketika bangsa-bangsa lain tertidur lelap pada abad kegelapan.

Jihad pemimpin
Kemajuan merupakan keniscayaan bagi umat dan bangsa ini. Meraih kemajuan merupakan jalan jihad yang melintasi. Berlomba dengan bangsa-bangsa lain harus menjadi etos fastabiq al-khayrat.

Di sinilah keniscayaan para tokoh atau pemimpin umat yang sesungguhnya, yakni menjadi lokomotif jihad meraih kenggulan dan kemajuan. Menjadi penggerak pencerahan yang membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan. Bukan sebaliknya, menjadi pemimpin umat yang membelenggu, memperdaya, dan membodohi umat demi mengawetkan kemapanan dirinya.

Umat Islam di negeri ini banyak yang masih rentan secara ekonomi. Mereka berhadapan dengan berbagai tekanan hidup yang sangat berat. Apa yang dapat diperbuat jika umat masih dhuafa-mustadh’afin? Kondisi umat yang ringkih cenderung yadus-sufla (tangan di bawah, penerima) ketimbang yadul-'ala (tangan di atas, pemberi).

Lebih banyak menjadi objek ketimbang subjek. Umat yang lemah tentu tidak akan menjadi pilar peradaban Islam yang berkemajuan. Jangankan untuk menjadi rahmatan lil-‘alamin, bahkan untuk mengurusi dirinya pun tertatih-tatih.

Para tokoh Islam perlu siuman secara berjamaah atas kenyataan hidup umat yang rentan dan ringkih itu. Seraya berpikir dan bekerja keras bagaimana membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan mereka menuju kondisi yang berkeunggulan.

Menjadikan umat mencapai derajat kehidupan yang maju, bersatu, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat di hadapan umat dan bangsa lain. Itulah jihad pencerahan yang berada di pundak para tokoh Islam lintas gerakan di negeri ini. Baik jihad bi al-fikri maupun jihad bi al-fi'li secara total.

Pemimpin umat Islam saat ini niscaya agar progresif dan membumi, plus bekhidmat sepenuh hati. Antarpemimpin umat harus tasamuh dan tanawu’ seraya saling mendekat dan bergandengan tangan setulus hati.

Cerahkan umat dengan pikiran-pikiran jernih yang mencerdaskan kehidupan dan tegaknya akhlak mulia. “Para pemimpin perlu memudakan pemikiran dan mengembangkan Islam progresif,” kata Sukarno. “Jadilah pemimpin umat meneladani Nabi yang tidur di atas alas tikar, tetapi jelajahnya mengguncang tahta Kisra,” tulis Iqbal.

Maka, sungguh ironis manakala masih dijumpai pemimpin umat alergi pikiran-pikiran maju dan tidak membumi pada realitas kehidupan. Apabila mereka lebih banyak bicara ketimbang bekerja. Ketika bargairah tinggi dalam mobilitas masing-masing tanpa menyatukan pikiran dan langkah kolektif yang sinergis.

Para pemimpin politiknya lebih sibuk mengurus diri ketimbang melayani umat. Tatkala para ulamanya terus memproduksi fatwa, pendapat, dan pandangan yang kontraproduktif serta mengandung antmosfir saling menyesatkan.

Apalagi, kalau para tokoh umat itu saling berseberangan dan menunjukkan gestur permusuhan diam-diam. Hasil akhirnya mudah ditebak bahwa korbannya ialah umat. Umat Islam akan tetap hidup tertinggal di zona dhuafa-mustadhafin.


Dr. H. Haedar Nashir, M.Si

sumber: republika online

diambil dari www.sangpencerah.com

Kamis, 07 November 2013

“Padahal segolongan dari mereka (Yahudi) mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah : 75)
Keyakinan umat Islam bahwa Alkitab (Bible) kitab suci umat kristiani telah dipalsukan, bukanlah tuduhan tanpa dasar. Karena hal tersebut dapat dibuktikan baik dalam Al Qur’an maupun Bible itu sendiri. Sebagai contoh, di dalam Al Qur’an, kata “yuharrifuunahu” pada ayat di atas berasal dari kata “tahrif”, maksudnya adalah mereka (Yahudi) telah mengubahnya dengan melakukan penambahan dan pengurangan lafazh di dalam Taurat, atau menggantikan bagian-bagian tertentu dengan yang lain sehingga sesuai dengan selera dan hawa nafsu mereka.
Tahrif  terhadap kitab suci adalah tindakan yang sangat berbahaya, karena bisa merubah status hukum dari halal menjadi haram, dan sebaliknya.
Karena sedemikian besar bahaya tahrif terhadap kitab suci, maka Allah melaknat dan mengancam pelakunya dengan siksaan yang maha dahsyat,
“Maka kecelakaan yang besar bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan-tangan mereka sendiri, kemudian mereka mengatakan ini berasal dari Allah untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit, Maka kecelakaan yang besar bagi mereka akibat tulisan tangan mereka, dan kecelakaan yang besar bagi mereka akibat perbuatan mereka.” (Q.S. Al Baqarah : 79)
Ancaman dengan menggunakan tiga kalimat “waylun” ini membuat bulu kudu merinding. Menurut Al-Mu’jam al-Wasith, makna umum “waylun” adalah solusi paling buruk. Sedangkan menurut tafsir Al-Wajiz li-Kitabillahil-‘Aziz, “waylun” adalah azab yang keras, kecelakaan besar, kutukan, kesengsaraan.
Jadi, keyakinan umat Islam bahwa kitab-kitab terdahulu telah dipalsukan adalah akidah yang benar sesuai Al Qur’an dan Sunnah. Karenanya, Rasulullah Saw mengajarkan agar umat Islam bersikap kritis terhadap apapun yang disampaikan oleh Ahli Kitab,
“Apabila ada ahli kitab yang berkata kepadamu, maka janganlah kamu benarkan dan jangan pula kamu dustakan. Katakanlah: “kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (Al Qur’an) dan apa yang diturunkan kepada orang-orang sebelum kami dari Tuhan (Rabb) kami.” Apabila yang disampaikan itu haq (benar), janganlah kamu dustakan. Jika batil janganlah kamu benarkan.” (H.R. Abu Daud)
Standar untuk menguji kebenaran kitab suci Yahudi dan Nasrani adalah Al Qur’an. Jika sesuai dengan Al Qur’an, berarti ia benar–Kristen tetapi kita tidak bisa memandangnya sebagai firman Allah. Sebaliknya, bila bertentangan berarti batil, dan kita wajib menolak kebatilan itu.
Meski dalam Alkitab (Bible), kitab suci kristiani terdapat empat Injil, yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes, namun umat Islam tidak boleh mengimani dan mengamini empat Injil Kristen ini sebagai wahyu Allah seratus persen. Karena keempat Injil ini sangat diragukan kebenarannya.
Menurut hasil penelitian 72 profesor dan pakar Bible kaliber internasional yang tergabung dalam “The Jesus Seminar,” disimpulkan bahwa 82 persen kalimat yang redaksinya diucapkan Yesus di dalam kitab-kitab Injil, sebenarnya tidak pernah disabdakan oleh Yesus, “Eighty-two percent of  the words ascribed to Jesus in the Gospels were not actually spoken by him.” (Robert W Funk, Roy W Hoover, and The Jesus Seminar, The Five Gospels, What did Jesus Really Say?, hal. 5).
Para profesor dan ilmuwan Kristen itu begitu giat meneliti Bible karena haus dan lapar akan kebenaran.
Teolog Kristen pun Mengakui Kepalsuan Bibel
Seorang penginjil yang menamakan dirinya Umar Tariqas, menulis dalam bukunya “Ismael Saudaraku” menuduh umat Islam tidak memahami kandungan Al Qur’an karena meyakini kepalsuan Bible,
“Namun bila mereka itu Muslim, maka sulit untuk kita mencari dasar tuduhannya. Mungkin orang semacam ini kurang memahami ajaran Qur’an, atau terlanjur membutakan hatinya sendiri. Sekali Muslim menuding keabsahan Alkitab, mereka langsung masuk ke dalam dilema yang tidak terselesaikan” (hlm. 6).
Itu hanya retorika penginjil untuk menutupi kelemahan kitab sucinya. Keyakinan umat Islam bahwa kitab-kitab terdahulu sudah tidak asli, adalah akidah yang benar sesuai Al Qur’an dan Sunnah. Justru mati-matian membela Bible sebagai kitab suci yang otentik dan asli tanpa ada pemalsuan sedikit pun, adalah keyakinan yang menyalahi Alkitab (Bible) sendiri.
Pasalnya, dalam terbitan Bible sendiri diakui dan ditulis jelas bahwa banyak ayat-ayat yang benar-benar palsu. Misalnya, dalam Injil Markus 9 ayat 44 dan 46 tertulis:
“44 [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] 45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; 46 [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]”
Tanda kurung dalam ayat 44 dan 46 itu bukan salah ketik maupun salah cetak, tapi menyimpan misteri teologis.
Dalam Bible bahasa Melayu tahun 1929, kedua ayat yang divonis palsu oleh lembaga Katolik itu sama sekali tidak dicantumkan. Karenanya, dalam susunan ayat Bible kuno itu terlihat loncat-loncat, tidak memuat ayat 44 dan 46 (hlm 116). Tak ada penjelasan apapun mengapa ayatnya tidak urut dari ayat 43 loncat ke ayat 45, lalu dari ayat 45 loncat lagi ke 47.
Lembaga Biblika Indonesia (LBI) dalam “Kitab Suci Perjanjian Baru” terbitan Arnoldus Ende tahun 1977/1978, tanpa ragu-ragu memvonis keduanya sebagai ayat palsu dengan catatan kaki sebagai berikut:
“44, 46. Kedua ayat ini tidak asli dan hanya mengulang ayat 48.” (hlm 113)
Banyaknya kerancuan dalam Alkitab (Bible) inilah yang mendorong para Theolog tanpa malu-malu mereka mengakui dengan jujur tentang kelemahan otentitas Kitab Sucinya. Pengakuan itupun tertulis dengan jelas hitam di atas putih dalam buku-buku mereka, sebagai berikut:
Dr. G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland:
“Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia.” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta, 1967, hal 298)
Dr. R. Soedarmo:
“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki.” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47)
Pdt. Dr. K. Riedel (Pakar Tafsir Alkitab):
“Tiap-tiap pembaca Kitab-Kitab Injil memang mengetahui, bahwa isi suatu Kitab Injil tidak selalu cocok dengan Kitab Injil yang lain.” (Tafsiran Injil Mathius, BPK Jakarta, 1963, hal.18)
Bart D. Ehrman (Pakar Sejarah Perjanjian Baru):
“Dengan kata lain, hal itu adalah salah satu bagian yang diajukan guna membuktikan bahwa Alkitab sama sekali tidak bebas salah, tetapi berisi kesalahan-kesalahan.” (Misquoting Jesus, PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006,  hal. xxii)
Semakin jelas bahwa kepalsuan kitab terdahulu adalah keyakinan yang faktual, ilmiah dan sesuai dengan nash Ilahi. Sebaliknya, meyakini otentisitas Bible adalah halusinasi yang sangat tidak Alkitabiah!! [red/abi]
#Majalah Tabligh Edisi Rajab – Sya`ban 1433

Senin, 04 November 2013

Jakarta, 27-28 Oktober 1928
Selama 24 jam penuh polisi Belanda memantau setiap pergerakan para pemuda di rumah itu. Rumah yang kemudian dikenal sebagai Gedung Kramat 106 itu sebenarnya tempat kos mahasiswa. Di dalam rumah, Soegondo memimpin rapat pemuda yang datang dari sejumlah daerah. Ketika terdengar kata “merdeka”, polisi masuk, marah-marah. Namun, berkat lobi Soegondo kemarahan polisi mereda.

Namun, ketika datang permintaan pembubaran dari polisi agar acara itu bubar Soegondo justru menampik. Ia berdiri menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Acara tetap berjalan dan sejarah mencatat bahwa acara itu menjadi salah satu tonggak penting sejarah Indonesia yang melahirkan Ikrar Pemuda atau kita kenal kini sebagai Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda adalah cerita tentang keberanian para pemuda. Pada 27-28 Oktober 1928 itu belum ada negara yang bernama Indonesia, status negeri ini tanah jajahan Belanda. Sudah banyak contoh tindakan keras pemerintah Belanda terhadap para perongrong kekuasaan mereka. Apakah Soegondo, Muhammad Yamin, Tabrani, dan kawan-kawan gentar atau mundur karena ancaman Belanda? Tidak, mereka malah mengumandangkan ikrar pemuda.
Bayangkan, selama tujuh belas tahun para pemuda itu berjuang dan mengajak anak bangsa lain untuk merdeka. Sehari-hari mereka bergelut dengan ide dan wawasan soal kemerdekaan di bawah ancaman Pemerintahan Belanda yang nyata. Dari sini, kita bisa lihat kedahsyatan daya juang mereka.
Perjuangan mereka menular ke khalayak luas. Rata-rata mereka adalah para pemuda yang lahir dari keluarga berada. Soegondo Djojopoespito, ketua Kongres Pemuda II, Mohammad Tabrani Soerjowitjitro, ketua Kongres Pemuda I lahir dari keluarga berada. Artinya apa? Bila mereka menginginkan kemakmuran pribadi, tentu mereka tinggal diam dan belajar saja. Tapi mereka berani mengambil jalan sulit. Dan lihat efeknya, kemerdekaan itu hadir berkat jasa mereka. Ketulusan mereka menular..
Syukur dan Ikhtiar 
Indonesia sudah merdeka, lalu apa yang harus kita lakukan? Republik ini didirikan bukan sekadar untuk menggulung kolonialisme, tapi juga untuk menggelar keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Republik hadir untuk melindungi, mensejahterakan, dan mencerdaskan rakyatnya serta memungkinkan berperan dalam tataran dunia. Isi pembukaan UUD 1945 adalah janji.
Janji adalah kesediaan, kesanggupan untuk berbuat, untuk memenuhi dan untuk mencapai. Janji adalah utang yang harus kita lunasi. Janji memberikan komponen kepastian. Republik ini dibangun dengan ikatan janji!
Sumpah pemuda adalah bentuk optimisme kaum muda. Optimisme itu menular dan bisa disebarkan. Saat syarat pesimis terhampar di hadapan mata. Sebagian besar rakyat masih buta huruf, hidup dalam kemiskinan, keterbelakangan akses dan marjinalisasi. Penggerak zaman tidak peduli, tidak menyerah pada zaman. Optimisme mengubah ketakutan menjadi energi positif.
Kita perlu memperhatikan kemajuan dan keberhasilan. Keseimbangan dan objektivitas bisa mendorong kita memiliki optimisme. Optimis terhadap bangsa tidaklah sama dengan mendukung pemerintah. Sikap kritis justru harus dipertahankan, tapi sikap pesimistis harus dihapus dan jangan takut untuk optimistis.
Coba tengok masa lalu. Ketika republik ini didirikan, para pemimpin memiliki seluruh persyaratan untuk pesimistis. Bandingkan, hari ini kita memiliki banyak persyaratan untuk optimis. Tapi, kita sering memilih membicarakan kegagalan, bukan keberhasilan.
Kita harus merombak suasana itu. Jangan jadi generasi yang kritis-pesimis, jadilah generasi yang kritis-optimis: generasi yang tidak hanya berani mengkritik, tapi berani juga memberikan jalan keluar.
Memajukan Republik 
Dalam 10-20 tahun lagi pesaing kita adalah anak-anak dari luar negeri dan orang asing yang datang ke Indonesia untuk mencari profesi bonafide. Maka penting bagi pemuda mampu berkibar di tingkat global namun tak melepaskan kakinya di akar rumput. Belakangan ini kita lihat banyak anak bangsa yang berkiprah di tingkat internasional tapi tak menyambung dengan masyarakat bawah. Sebaliknya, mereka yang berjuang di tingkat bawah tak bisa menyambung dengan masyarakat dunia di tingkat global sehingga akhirnya perjuangan mereka berhenti pada titik lokal. Padahal, bukan tidak mungkin perjuangan mereka itu bisa sangat menginspirasi masyarakat banyak di belahan dunia lain.
Kita bisa belajar soal pemahaman akar rumput dan kompetensi global ini dari kisah Sumpah Pemuda. Ini adalah bukti keberhasilan pendidikan. Soegondo, Yamin, Tabrani dan lainnya memiliki kesadaran soal kemerdekaan berkat pendidikan.
Sekali lagi ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita, kalau kita ingin maju menjadi bangsa yang besar, jangan fokus pada material. Jangan fokus pada sumber daya alam, tapi fokus pada manusia Indonesia. Kunci memajukan Indonesia, pada manusianya.
Coba lihat bangsa mana di dunia, yang rakyatnya sebesar ini dan setersebar ini, yang bisa memutarbalikan buta huruf total menjadi melek huruf total? Itu adalah pencapaian luar biasa. Itu adalah prestasi kolektif seluruh bangsa, bukan prestasi satu-dua pemerintahan.
Melek huruf adalah awal keberhasilan. Akses pada pendidikan berkualitas untuk setiap warga Indonesia adalah janji berikutnya yang harus dilunasi. Anak-anak yang terkesampingkan secara sistematis, lalu tidak bisa mengakses pendidikan memadai, maka ketika berusia 30-an jumlahnya akan meledak. Kita harus mencegah ledakan sosial itu sejak dini, tentunya dengan keadilan akses pendidikan.
Anak muda selalu terpacu dengan kata kepemimpinan, tapi mestinya juga menyebarkan nilai kesejahteraan. Hal ini harus dilakukan oleh anak muda secara simultan. Pada titik inilah kita lihat keampuhan keputusan ketiga sumpah pemuda, yaitu menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa Indonesia adalah modal utama untuk merengkuh kemajuan di masa depan. Indonesia ini sudah punya modal persatuan di banyak bidang. Tugas itu harus diambil alih oleh pemuda.
Melihat potensi anak muda ini, pendekatan yang lebih tepat adalah kepemimpinan yang hadir untuk merangsang semua orang untuk mau menyelesaikan masalah, kepemimpinan yang menggerakkan. Pemimpin bisa menggerakan jika dia dipercaya.
Model kepimpinan yang bertumpukan kepada kepercayaan itu yang coba kami terapkan di Gerakan Indonesia Mengajar. Gerakan ini bisa bergerak karena adanya kepercayaan kolektif. Ini tidak berencana menyelesaikan seluruh masalah pendidikan di Indonesia, gerakan ini berencana mengajak semua orang turun tangan menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia.

Minggu, 03 November 2013

Segera akan launching Rumah Baca Asma Nadia Balumbang Jaya yang bekerjasama dengan IMM IPB dan IMM Bogor dalam pengelolaannya. Tunggu tanggal mainnya di bulan Lovember ini.
Bagi teman-teman yang hobi membaca silahkan datang. GRATIS!
untuk mengikuti info pembukaannya silahkan terus gali informasinya disini.


untuk info mengenai Rumah Baca Asma Nadia bisa klik disini
Profil singkat:
Membaca merupakan suatu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan mengasah otak untuk semua orang. Kegiatan membaca (teks, literatur) yang dibiasakan sejak dini (baca: anak-anak) sesuai kemampuan dapat merangsang kreativitas dan semangat rasa ingin tahu seseorang.
Sang penguasa alam Allah SWT pun telah memerintahkan untuk banyak membaca. Dalam Al-Qur’an surah Al-Alaq: 1 telah diperintahkan: “Iqro..” yang artinya: “Bacalah”.
Namun tidak semua kalangan di negeri ini dapat merasakan kemudahan memperoleh buku atau jenis literatur lainnya. Kesulitan ekonomi, sulitnya akses menuju pusat literasi, persaingan dengan aneka hiburan lain (misalnya game center) ataupun masih tak terjangkaunya harga buku/majalah, termasuk tak membudayanya kegiatan membaca di sekitar, menjadi sekian dari banyak alasan mengapa tak semua orang dekat dengan kegiatan membaca yang bermanfaat ini.
Rumah Baca Asma Nadia merupakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) – Perpustakaan Dhuafa – yang diinspirasi oleh sosok Asma Nadia, seorang penulis wanita yang produktif di tanah air—hadir dengan tujuan mulia, yaitu memberi wadah alternatif yang menyediakan buku-buku bacaan untuk anak-anak (dan dewasa), sekaligus sebagai pusat kegiatan yang kreatif para pengunjungnya.
Berawal dari ruangan-ruangan sederhana yang ‘disulap’ menjadi perpustakaan mini, dengan fasilitas seadanya namun rapi, satu persatu Rumah Baca Asma Nadia hadir di tempat-tempat yang membutuhkannya. Telah berdiri Rumah Baca Asma Nadia di wilayah Penjaringan, Bekasi, Yogyakarta, Ciledug, Tangerang, Balikpapan, Gresik, Pekanbaru, Batam, Samarinda, Kebumen, Cigombong-Bogor, dan Tenggarong.
TUJUAN
• Meningkatkan minat baca pada masyarakat (anak-anak, remaja, orangtua)
• Menambah wawasan masyarakat
• Memberikan kegiatan positif kepada lingkungan sekitar RumahBaca
• Memfasilitasi kegiatan berkreasi
Email: rumahbacaasmanadiapusat@gmail.com
Twitter: http://twitter.com/RBAsmaNadia

sumber : rumahbacaasmanadia.com/?page_id=81

Sabtu, 02 November 2013

Bagi kalian Immawan dan Immawati seluruh Indonesia, kami IMM Bogor mengundang dan mengajak kawan-kawan semua untuk mengikuti Latihan Instruktur Dasar (LID ) IMM Bogor 2013.
Sampai jumpa di Bogor!

Just click this picture!


proposal LID dapat di download disini

Jumat, 18 Oktober 2013

Wujudkan Pemilu Bersih dan Berkualitas!


Pemilihan Umum dan Pemilihan Presidan dan Wakil Presiden sudah di depan mata. Setiap kali penyelenggaraan Pemilu, Pilpres, dan Pemilukada seluruh masyarakat selalu berharap bahwa Pesta Demokrasi tersebut Bersih dan Berkualitas yang mampu menghasilkan Perubahan Sosial.

Pemimpin dan Wakil Rakyat yang Bersih dan Berkualitas di hasilkan dari Proses Bersih dan Berkualitas.  Maka Pemilu dan Pilpres 2014 yang tidak lama lagi akan di laksanakan di tuntut agar bisa di laksanakan secara professional untuk mewujudkan harapan masyarakat. Dalam mewujudkan Pemilu Bersih dan Berkualitas memerlukan peran dari semua pihak.

Di lain pihak, Pemerintah dan Unsur Penyelenggara Pemilu sudah seharusnya bergegas menyelesaikan permasalahan dengan tanpa menghilangkan profesionalitas seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kampanye, Sosialisasi, dan Partisipasi Pemilih agar bisa menjawab keraguan masyarakat akan Pemilu Bersih dan Berkualitas.

Maka dengan ini kami bersikap :
1.    Mendesak  KPUD Jabar dan seluruh Unsur Penyelenggara Pemilu  (KPUD Kab/Kota, PPK, PPS, dan KPPS) besikap netral, professional, dan menolak segala bentuk intervensi dari luar.
2.    Mendesak KPUD Jabar bisa melakukan rekruitmen Penyelenggara Pemilu yang profesional, bersih, tidak memihak dan memiliki integritas.
3.    Mendesak KPUD Jabar untuk menyelesaikan permasalahan dengan tanpa menghilangkan profesionalitas seperti Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kampanye, Sosialisasi, dan Partisipasi Pemilih dengan mengevaluasi atas kinerja yang telah di lakukan.
4.    Melaksanakan setiap tahapan Pemilu dan Pilpres dengan komitmen dan kinerja yang profesional, transparan, dan akuntabilitas.

Hidup Mahasiswa!

IMM Jaya!


Rijal Nur Rahman
(Ketua Umum DPD IMM Jawa Barat)

Jumat, 06 September 2013

Indonesia Dibodohkan Dengan Air Mineral

Setelah 22 tahun melakukan penelitian, akhirnya Harvard University menambah temuan betapa bahayanya Air Mineral yang mengandung Flourida yang saat ini juga terdapat dalam Air Mineral seperti Aqua kepunyaan Danone, tidak hanya Aqua saja yang kini sahamnya dibeli Danone juga mengandung Zat Flourida.

Termuan terkini dari Harvard University bahwa Air Mineral dengan Fluorida juga mengurangi IQ anak-anak. Sebuah pertanyaan besar jika Danone melalui Aqua menanamkan Zat berbahaya ini di minuman anak-anak Indonesia, dalam target apa untuk puluhan tahun mendatang?

Dalam temuan itu juga membuktikan bahwa Air dengan fluorida di berbagai Negara yang mengonsumsinya termasuk Indonesia ditemukan fakta bahwa anak-anak yang tinggal di Daerah air yang mengandung konsentrasi tinggi fluorida dan meminum Air Mineral dengan kandungan Flourida seperti Indinesia salah satunya Koefisien Intelektualnya sangat rendah. Saya melihat ini sebuah unsur kesengajaan mengapa kemudian pihak Danone menggunakan Zidane sebagai idola untuk kampanye Air Mineral ini di Indonesia disebabkan Zidane muslim dan penduduk Indonesia juga mayoritas muslim. Oleh karena itu, para Ilmuwan dari Universitas Harvard melakukan studi besar dengan mengumpulkan hasil penelitian sebelumnya dalam periode 22 tahun, di mana mereka mempelajari Efek air dengan Fluorida pada anak-anak.

Hasilnya menunjukkan bahwa fluorida dapat mempengaruhi perkembangan otak anak-anak untuk tingkat yang lebih besar yang mempengaruhi orang dewasa.

Selain itu dalam laporan tersebut bahwa fluorida dapat menyebabkan :
Kerusakan hippocampus, mengurangi kadar lipid, plakat pembentukan beta-amiloid (kelainan yang terjadi pada penyakit Alzheimer), eksaserbasi cedera, kerusakan pada sistem pertahanan dan antioksidan, peningkatan dalam aluminium, akumulasi fluoride dalam kelenjar pineal yang kesemuanya ada didalam Otak Manusia.

Dan studi telah menemukan bahwa fluorida berlebih didalam tubuh dapat menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut :

Hiperaktif atau kelesuan
Gangguan otot
Radang sendi
Demensia
Tidak aktifnya 62 enzim dan menghambat lebih dari 100 Enzim
Menghambat pembentukan antibodi
Kematian sel
Patah tulang
Beberapa jenis kanker dalam tulang.

Begitu besarnya Kampanye minum mineral berflourida ini sungguh sebuah pertanyaan besar untuk kita, apa yang direncanakan Zionisme dalam jangka panjang?

Menciptakan orang-orang selain anggota Zionis menjadi bodoh sehingga bisa dikuasai?

Saya sudah tulis hal ini dalam beberapa Artikel Saya yang telah lalu.Hubungan DANONE dan ISRAEL AQUA adalah produk DANONE yang merupakan salah satu perusahaan yang paling setia kepada israel sehingga di anugerahi JUBILEE AWARD (Jubilee Award adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh zionis israel  kepada kelompok/ perorangan/ pengusaha/ perusahaan yang dalam kurun waktu yang lama telah membantu dan mendonasikan profit usahanya kepada zionis israel.) pada tahun 1998.

Dan ini merupakan salah satu produk dari agenda kelompok ELIT HITAM dunia yang ingin mengurangi 93% populasi penduduk dunia secara jangka panjang dengan memasukkan senyawa FLOURIDE ke dalam air minum di seluruh dunia.

Saya akan lanjutkan Artikel Bahayanya Minuman Air Mineral dengan kandungan FLOURIDE dan target Zionisme International dengan kampanye besar-besaran untuk Bangsa Indonesia meminumnya. Lebih baik meminum Air biasa dari sumur yang masih bersih dan dimasak di dapur kita sendiri.

Anda ingin tahu Bagaimana Zionisme mensetting Media, membuat Anda teralihkan? Membuat Anda melihat “Penjahat” seperti Pahlawan, mencetak boneka pemimpin dunia baru dengan menjadikannya seakan-akan Nabi. Waspadalah….

Sumber :

1. IQ measurements by HSPH’s Anna L. Choi and Philippe Grandjean in response to a letter to the journal published in the March 2013 (Vol. 121, No. 3) Environmental Health

--------------- --------------- --------------- ---------->>>
(♥ Semoga Bermanfaat&Silahkan Di Share ♥)
Sumber

Senin, 02 September 2013

Tepat pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2013, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat mengadakan kegiatan. Kegiatan tersebut adalah Shilaturahim Idul Fitri, Rapat Konsolidasi PC IMM se-Jawa Barat dan Pelantikan PC. IMM Kota Tasikmalaya. Kegiatan-kegiatan tersebut bertempat di auditorium STIKes Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dalam satu rangkaian acara dari pukul 09.00 s.d. pukul 16.00. 

Kegiatan dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci al Quran dan menyanyikan lagu-lagu IMM, Muhammadiyah serta Indonesia Raya. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan Pelantikan PC. IMM Kota Tasikmalaya. Hadir untuk membacakan Surat Keputusan Immawan Inding Supriatna selaku yang mewakili Sekretaris Umum, dan yang mengambil sumpah jabatan yaitu Immawan Rijal Nur Rahman selaku Ketua DPD IMM Jabar. Setelah diambil sumpah tibalah acara penandatanganan surat serah terima jabatan dari Ketua PC. IMM Kota Tasikmalaya periode 2012-2013 yaitu Immawan Slamet Nugraha kepada Ketua PC. IMM Kota Tasikmalaya periode 2013-2014 yaitu Immawan Azmi Imaduddin. 


 Suasana Pelantikan Pimpinan Cabang Kota Tasikmalaya

Setelah acara pelantikan selesai tibalah kepada sesi sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PC.IMM Kota Tasikmalaya demisioner, lalu ketua PC. IMM Kota Tasikmalaya yang baru dilantik dilanjut Ketua DPD IMM  Jabar, lalu Ketua STIKes Muhammadiyah Tasikmalaya dan terakhir perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. Dalam sambutannya Pak Rahmat Rusmayadi selaku perwakilan dari PWM Jabar menyampaikan bahwa ada yang berpendapat bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang terbesar di dunia.  Oleh karenanya dibutuhkan sumberdaya kader yang mumpuni. Beliau juga member masukan-masukan dan kritik konstruktif terhadap DPD IMM Jawa Barat. 


 Sambutan Ayahanda PWM Jawa Barat
Acara dilanjutkan dengan doa serta penutupan sesi pertama. Namun setelah penutupan tidak langsung break, namun para peserta disuguhi dahulu penampilan yang luar biasa dari grup musik LISAN PC. IMM Kota Tasikmalaya. Grup music ini membawakan 3 buah lagu yakni lagu ciptaan sendiri tentang IMM, Sang Surya dan Ajari Aku Tersenyum. Tentu dengan aransemen yang menarik dan unik khas grup Lisan. Setelahnya para peserta melakukan coffee break dan sholat Zuhur.

Penampilan Lisan

Kegiatan dimulai kembali pada pukul 13.00. Tibalah saat acara inti yakni konsolidasi dan koordinasi PC.IMM Se-Jawa Barat dan DPD IMM Jawa Barat. Sayangnya tidak semua Cabang bisa menghadiri acara ini, namun peserta lumayan banyak. Acara dimoderatori oleh Immawan Inding Supriatna. Diawali oleh prakata dari Immawan Rijal Nurahman selaku ketua umum lalu dilanjutkan pengarahan oleh Kabid Organisasi Immawan Ijang Jamaludin. Setelah itu giliran perwakilan dari Cabang-cabang untuk melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan cabangnya. 

Menarik sekali menyaksikan keragaman karakter dan kondisi masing-masing cabang yang berada di Jawa Barat. Ada yang sudah membuat kegiatan baksos seperti Cabang Sumedang, ada yang sering melakukan aksi massaseperti cabang kuningan, ada yang alumninya menjadi penulis seperti cabang kota Bandung, ada yang baru dilantik seperti cabang Cirebon, ada pula yang baru ingin membangkitkan lagi yang vakum seperti Cabang Ciamis dll. Semua cabang yang sharing di forum cukup member kita informasi dan gambaran bagaimana kondisi IMM Jawa Barat sesungguhnya. Walaupun ada beberapa yang membanggakan, namun masih banyak yang perlu dibenahi dan tentunya ini menjadi tantangan bagi DPD IMM Jabar ke depan. Setelah selesai laporan dari masing-masing cabang, giliran dari DPD IMM Jabar memberikan wejangan-wejangan sesuai dengan bidang masing-masing guna memecahkan permasalahan yang ada. ‘Alaa kulli haal, acara ini cukup efektif dalam rangka penguatan komunikasi dan koordinasi IMM Jawa Barat. Agenda ini insya Allah menjadi agenda yang rutin setiap tahunnya (Robby).

Foto Bersama